[REVIEW] The Body Shop Matte Clay Skin Clarifying Foundation (026 – Tamerza Dune) | Aro Kopa

Assalamualaikum!!!
Aloha pals.
Let’s take a momento dari review gincu ya. Karena sebenarnya gua bukan penggila gincu. Gua (seperti yang mungkin kalian sema tau) adalah Banci Esedo. Jadi di postingan kali ini kita akan bahas
FONDESEN.
……..
#MintaDitampolDuitSegepokSiAro
Jadi kalian mungkin sudah tau kalo gue emang doyan esedo dan demi tai sekebon gua cinta mati sama esedo. Tapi entah kenapa beberapa bulan belakangan, candunya belok ke foundation.
Tanpa sadar udah beli beberapa foundation bulan kemaren. Esedo? Nggak ada tjuyy. Cuman si Focallure itu aja yang gua pesen dari bulan sebelumnya.
(Itu ada namanya pe’ak!!! #EmosiSamaDiriSendiri)

Di antara foundation-foundation penuh dosa itu, salah satunya adalah si The Body Shop Matte Clay Skin Clarifying Foundation (026 – Tamerza Dune). Pertama kali lihat foundation ini di igstornya Cheryl Raissa (yang belom tau berarti kalian kepiting idup di bawah batu). Setelah 20 menit berdiri depan Guardian (mau beli foundation Catrice), yang sebelahan sama Matahari (mau beli Makeover), yang sebelahan lagi sama The Body Shop, akhirnya gue bawa pulang si Tamerza Dune ini.
Biar tida lama-lama bacotnya, kita langsung review ya.

Kayaknya ini pertama kalinya gue review foundation, jadi tolong dimaklumi kalo masih banyak yang kurang ya. Komen aja di bawah kalo emang ada informasi yang kelewat.
Brand: The Body Shop
Nama: Matte Clay Skin Clarifying Foundation
Shade: 026 – Tamerza Dune
Netto: 30 ml
Harga Rp. 169.000,-
Masa pakai: 12 bulan setelah dibuka
Cruelty Free: YES!
Where to buy: Counter The Body Shop, Lombok Epicentrum Mall, Mataram.

PACKAGING
Kemasannya simple dengan kombinasi warna hitam dan beige yang menurut gue bikin foundation ni kelihatan ‘mahal’ regardless the fact this is in a tube. Memang nggak se-fancy kemasan foundation The Body Shop yang satuan, but harganya juga di bawah standar rata-rata harga foundation The Body Shop biasanya. Selain itu perbandingan gue adalah foundation lain dengan harga yang sama yang punya kemasan serupa juga, so I don’t really mind.
One thing yang menarik adalah nama-nama shadenya yang to be honest SUSAH KALI DIINGAT. Baru kali ini gua jengkel sama nama-nama shade.
Karna gua suka salah bacanya. Dan susah dihafalinnya. (Emang pelajaran Ro’ lu hafalin -_-)
 
Source: www.thebodyshop.co.id 
Kemasannya seperti gue bilang di atas pakek squishy tube gitu dengan tutup ulir. Gue bersyukur corong keluarnya produk (funnel) ukurannya lumayan panjang dan lobang keluarnya nggak segede bagong, jadi bisa control seberapa yang mau kita squish. And it’s sanitary.
Di bagian depan, dari atas, ada keterangan nama shadenya, lalu logo The Body Shop, nama foundationnya yang mayan mouth full, lalu ada claimnya, baru nettnya. Di bagian belakang ada penjelasan yang SANGAT PADAT. Gue aja males bacanya, but for the sake of this post, I’m put my glasses on and read it.
Oya one thing that I notice sih kalau foundation ini nggak ada bungkusnya, nggak ada plastic wrapnyanya. Mungkin The Body Shop mau hemat penggunaan plastik ya. Kan tagline mereka sangat earth friendly. Good job.

Satu-satunya yang mengindikasikan foundation ini baru, ada selotip kecil di bagian tutup dan badan foundation yang gampang robek kalau tutupnya diulir. Jadi ketahuan kalau foundationnya udah dibuka. Tapi jujur gue masih ngerasa agak-agak nggak secure sih. Semoga The Body Shop consider buat kasi shield lah setidaknya. Shild dari kertas kan bisa ya :D Biar nggak pakek plastik. Well.. Other than that I don’t have much to complain about the packaging tho.
Gue emang suka foundation yang matte dan oil free sesuai sama claim mereka di atas, but gue juga tau kalau terlalu matte foundationnya bisa gampang pecah dan susah diblend. But, we’re gonna see how it goes ya.
Baca lanjut, sister…

TEXTURE
Foundation ini lumayan cair mengingat namanya ‘clay’. Dalam bayangan gue, bakal ke arah thick cream, or maybe mousse. Tapi teksturnya cukup cair. Bahkan lebih cair dari pada foundation andalan gue, si L’oreal Infallible Pro Matte yang claimnya medium coverage. Teksturnya yang cair bikin foundationnya pretty much easy to blend. Tapi eeee tapi…

Gue baru ngerti kenapa foundation ini namanya ‘Matte Clay’, karena setelah dia kering, baru keliatan kayak clay. Walaupun clay, tapi ini halus banget. Teksturnya yang cair malah jadi keuntungan karena lebih gampang buat di blend. I have no problem blending.

SHADE & SWATCHES
Sesuai keterangan di websitenya The Body Shop, foundation ini dilaunch dengan 10 shade. Pretty good started mengingat The Body Shop yang rata-rata produk andalannya adalah skin and body care. Produk makeupnya memang bukan highlight dan dibikin kayak brand kosmetik lain. Ngerti nggak? Semoga mengerti ya. #SiAroInginDimengerti
Source: www.thebodyshop.co.id
Dari kesepuluh shade, gue cuman lihat ada 6 shade yang available di webnya The Body Shop Indonesia. I don’t know apakah mereka lagi sold out atau gimana, but I think memang yang masuk ke Indo cuman 6 shade.
Melihat shade-shadenya yang masuk ke Indo, foundation ini sepertinya hanya akan cocok untuk orang-orang Indonesia yang kulitnya light sampai medium. Gue personally mengharapkan shade 072 – Santiago Walnut masuk Indo sih. Karena selain bisa buat yang kulitnya deeptone, bisa juga buat bahan mixing foundation kalau keterangan. This is what I always do to most of my foundation. Apa emang masuk Indo dan gue yang siwer ya? 



Gue pilih shade 026 – Tamerza Dune yang gue sadari sangat keterangan. Karena foundation ini matte, jadi gue rasa dia bakal oxidize after a while, warnanya bakal turun/menggelap setelah dia kering beberapa saat. It happened with every matte foundation.
TIPS:  Kalo kalian cari foundation matte, belinya kalo bisa yang satu atau dua shade lebih terang. Biar kalo pas foundationnya nge-set warnanya bakal match sama warna kulit.

Tamerza Dune ini punya undertone kuning, dan memang cocoknya buat kulit orang Indo (or Asia) yang cerah dan undertonenya kuning. Mungkin bahasa gampangnya kuning langsat. Gue sih aslinya cocok ya ama ini, tapi berhubung gue anak motor, jadi punggung tangan gue hosong bro. Jadi gue tetep harus turunin shadenya. Biarlah nggak cocok sama leher, tapi yang penting nggak jauh-jauh amat sama tangan, lagian leher ketutup jilbab. Tapi gue nggak turunin shadenya sampai segelap tangan ya, kalo segitu bisa tan banget gua :’D Pernah coba dan keliatan cem abis nyelupin muka ke baskom isi lumpur.

FINISH & COVERAGE
Finishnya sesuai sama claimnya, matte. Ya lu bayangin aja namanya aja clay, kayak tanah liat gitu kering kan. Ketika nge-set, dia akan kering. Ketika ngeliat hand swatch gue ngeset, gue agak-agak takut sih. Setelah kering dia crack kayak tanah kekeringan itu lho, yu no?
Tapi ketika gue coba pakek sekali, it was perfectly fine. So gue berpikir sekering apapun ni foundation, pasti bakal nyampur sama minyak alami muka and making it looks fine. Nah… Ini yang bikin gue berkesimpulan:
This is not for dry skin.
Gue ngerasa bakal nggak cocok si sama yang kulitnya kering. Yaaa dari namanya aja lho ini jenis fondi matte. I woundn’t suggest sih, tapi kalo kulit kalian kombinasi, I think ini bakal masih work sih. MAYBE. 
Nah ngomongin soal coverage, foundation ini claimnya full coverage kan? Yakan ya ada disebutin di kemasannya tuuuuh di atas. Tapi kok menurut gue masih jauh tinggian coverage L’oreal Infallible Pro Matte yang ngakunya cuman medium coverage ya?
Finishnya memang sama-sama matte, tapi L’oreal definitely better in coverage.
Menurut gue foundation ini lebih ke medium coverage, not high. Sorry sih, nggak sefull cover claimnya.
But, PLEASE NOTE.  Soal coverage menurut gue sangat subjektif. Bisa beda-beda tiap orang. Gue terbiasa dengan foundation yang punya coverage medium ke high, tapi nggak ada liquid foundation yang so far ada klaim full coveragenya. Makanya ketika foundation ini muncul dengan claim nomer 1 adalah FULL COVERAGE, I was like: WOAAAA, REALLY? Tapi nyatanya nggak :”

Terlepas dari drama coverage, foundation ini surprisingly so light-weight, nggak berat sama sekali di muka. Coveragenya emang medium, tapi rasanya sama aja kayak cuman pakek BB Cream aja.

TIPS PENGGUNAAN
Karena foundation ini matte, jadi lumayan cepat kering. Ketika digunakan di wajah harus segera diblend, kalo nggak bakal langsung kering di satu spot dan akan susah diblend. Tips:
Aplikasikan di satu bagian lalu segera blend. Jangan ditotol ke seluruh wajah lalu blend. Totol di satu bagian, lalu blend.

OIL CONTROL & LONGEVITY
Untuk ketahanannya, foundation ini pernah gue pakek paling lama 8 jam, dan masih baik-baik aja. Perubahan yang gue lihat adalah bagian T-zone gue yang sudah berminyak lagi. But foundation ini still looking good. Biasanya, setelah pemakaian selama itu, muka gue bisa jadi cem ember minyak sih.
Oya, setelah 8 jam gue juga notice kalau foundation ini malah shadenya ngeblend sama warna asli kulit gue. Yang artinya warnanya turun setelah beberapa lama. Gue nggak akan bilang dia oxidize, karena kalo oxidise, dia bakal jadi abu-abu atau ashy gitu kan (kayak si Maybelline FitMe kampret itu -_-). Tapi foundation ini ngga ashy. Mungkin karena gue pilih shadenya keterangan sih ya. Dan gue juga set dengan Two Way Cake dari Makeover yang shade Honey, yang cocok memang sama warna kulit gue (artinya lebih gelap dari warna foundaionnya). Si Makeover sendiri gue suka karena halus dan shadenya pas, not pink, but yellow, tapi biasanya gue udah akan minyakan sekitar 3 jam pemakaian Makeover. Jadi ketika liat 8 jam baru muncul minyak-minya gue, I know it has something to do with the foundation not the powder that I use on top.

SCENT
Awalnya gue agak siyok waktu nyiumin foundation ini ketika gue swatch di konternya. Ada wangi ‘steril’ dan kerasa dingin gitu di tangan. Tapi nggak annoying. Almost kayak odol tapi lebih ringan baunya.

Lalu pas nyampe rumah baru gue baca, ternyata memang ada kandungan Tea Tree-nya. Kalian pasti sudah tau dong ya kalau The Body Shop memang memang brand yang cukup terkenal dengan tea tree benefit-nya.
Gue sih nggak ada masalah sama bau tea tree, justru suka malah. At least I know that this foundation has skin care benefits in it. Salah satunya benefit dari tea tree.

VEGAN & CRUELTY FREE (FOREVER AGAINST ANIMAL TESTING)
Mungkin salah satu hal yang paling terkenal dari The Body Shop selain memang skin and body carenya yang banyak difavoritkan orang-orang, adalah campaign dan slogan mereka:
VEGAN & CRUELTY FREE
Gue personally sangat respect sama brand yang memang berdedikasi dan vegan. Walaupun gue sendiri masih sering pakek produk dari brand yang masih menggunakan animal test sih :’( Gue belum siap sama konsekuensi harus pindah jadi full vegan. Karena banyak banget produk-produk Holy Grail gue dari brand yang nggak vegan. But gue sangat respect dan support campaign-nya The Body Shop ini.

KESIMPULAN
(+) Matte, bagus buat kulit berminyak
(+) Vegan, Cruelty Free
(+) Skincare benefit (mengandung tea tree)
(+) Medium coverage
(+) Sangaaat ringan di kulit
(+) No SPF = No flash back photography

( - ) Klaimnya high coverage, but it’s only medium
( - ) Sangat cepat kering, harus di blend cepat ketika digunakan
( - ) Range shade yang kurang friendly dengan dark skintone


And then…………………..
The biggest question dari semua orang adalah:
Which one would I prefer:
The Body Shop Matte Clay Skin Clarifying Foundaion
or
L’oreal Infallible Pro Matte 24H?


Nalhoooooo…
Jujur gue masih lebih suka L’oreal sih. Karena coveragenya L’oreal masih menang. Selain itu shadenya juga masih jadi masalah utama gue. Untuk oil control mereka sebelas duabelas. Si The Body Shop at least menang karena punya skin care benefit sih.

So...
WILL I REPUCHASE THIS?
I think I will. Masalah gue cuman karna salah shade aja. Kalau shadenya bener, I think I'll love this foundation as much as L'oreal, karena dia memang lebih ringan dari si L'oreal.


Hoaaah itu aja dulu. Gue sudah bingung mau bahas apalagi. Bulan ini memang gue panen foundation. Kalian bakal liat kekalapan gue beli foundation di postingan selanjutnya. Kalau ada pertanyaan silahkan di komen di bawah ya.

See you guys on the next post^^

Xoxo.

Instagram | Twitter | Youtube | Facebook |

13 comments:

  1. Racunnn. Jadi pengin coba tapi kulitku lagi kering jadi kalau pake foundie matte lama-lama crack ��
    Bagus ro reviewnya ��

    gotchadiary.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mehehe makasi kak cha :3 #kiss&hug

      Eh iya keknya nggak cocok sama yang kulit kering deh kak :(

      Delete
  2. Wohhhh thanks reviewnya. Aku sebetulnya kurang suka produk makeupnya tbs. jadi nggak pernah tertarik untuk beli. Kayaknya aku juga mau coba nih foundationnya. Semoga cocok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaaaa sama2 😁😁😁

      But it might be too dry for dry skin ya.. Keep that in mind 😂😂

      Delete
  3. Ka pake ini keliatan dempul banget gk sih jadinya? Takut diledekin murid gue lagi soalnya 😭

    www.svnnyms.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dempul itu kan kalo coveragenya tinggi kan.
      Kalo ngerasa terlalu tinggi coveragenya, campur sama pelembab aja dikit, ato kalo gue sih tak campur sama fondinya wardah yg lumi setetes biar lebih cair. Abis itu setnya pakek bedak tabur yg transparant biar nggak cakey...
      Makasi dah mampir yaaakk 😍😍😍

      Delete
  4. Jadi si loreal masih no 1 yak covernya Ro?

    https://coretantanganwinda.wordpress.com

    ReplyDelete
  5. Racun nih racun haha pengen nyobain foundie nya tbs nih jadinya. Biasanya cuma pakai skincare nya doang

    www.apaceritatami.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain gihhh.. Tapi kalo kukit kering bakal benci sama fondi ini keknya 😂😂😂

      Delete
  6. Nah gue juga lg mau nyoba loreal atau tbs ini nihh jadi bingung, secara muka gue bnyk masalah kaya talang minyak, ada bekas jerawat merah2 sm bopeng di pipi. Nih kira2 lebih ngecover yng mana ya? Help meee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coverage sih 11 12 ni ana loreal. Cuman gue lebih suka loreal sih. Tapi oil control mensng TBS.
      Bukan berarti loreal jelek ya, 22nya cocok buat kulit minyak, tapi kalo dari sisi oil control menang si TBS 😀

      Beli 22nya aja 😂😂😂

      Delete
  7. Aku pikir kulit aku tuh berminyak selama ini. Ternyata kayaknya cuma kombinasi. Jadi agak ngerasa dempul sendiri di beberapa bagian beberapa jam kemudian. Hiks.

    ReplyDelete

Aro Kopa. Powered by Blogger.