[RAHASIARO] EPISODE 01: How I Make My Flatlays (For Blog & Instagram): Brainstorming & Planning | Aro Kopa

ASSALAMU’ALAIKUM!!!
Aloha pals…

Kuy kita jingkrak bareng, skalian syukuran karena finally the most requested post akhirnya up. Gue kayaknya sudah hampir disantet sama 90% teman-teman blogger dan ig karena kelamaan janjiin up blogpost yang ini. Akhir-akhir ini sejak mulai bikin tema flatlay di instagram, gue makin sering dapat DM soal foto dan edit-mengedit. Jadi biar sekalian menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, gue persembahkan postingan ini kepada teman-teman yang sama-sama kayak gue:
STRUGGLE TO TAKE THOSE FLATLAY PHOTOS
Tenang, kalian nggak sendiri, gue pun strugglenya minta ampun. Jadi ya mari kita belajar bersama.

DISCLAIMER!!!
Gue bukan ahli ya. Plis, jangan tanya yang secara teknis atau pun kaidah tertentu. Karena gue sendiri pun nggak tau apa yang gue kerjain ini sudah di jalan yang benar atau nggak. Gue cuman ngerasa saat ini nyaman dengan cara seperti ini, THIS IS HOW I DO IT. Kalo kalian merasa nggak nyaman, jangan diikutin, diambil yang baek-baek aja. Ampasnya tolong kalo ada yang mau benerin atau kasi saran, gue sangat amat terbuka. Biar bisa belajar bareng-bareng.
Skali lagi, semua ini adalah HOW I DO IT. Kalo beda dari yang kalian cari, pinda blog aja ya :D Kutakpapa. Kurapopo. #SiAroBaekBaekAja #AkuNggakPapaMomen 

Proses produksi gue buat post satu foto flatlay ke instagram atau blog itu lumayan panjang. But, generally, gue bagi jadi tiga sesi:
Planning, Producing, Editing (Post Production)
Gue bakal bahas dari awal sampai akhir, but sepertinya di postingan ini gue cuman bahas Fase Pertama dulu, kita akan lanjut ke fase selanjutnya di postingan part 2 ya ^^

PLANNING
Proses pertama dari planning, gue mulai dari brainstorming. Gue mulai dari pertanyaan: APA? Produk apa yang mau gue foto? Tujuannya apa?
Dengan begitu, gue bisa punya general idea tentang fokus foto gue. Biasanya ada dua tipe flatlay yang sering gue lihat, yaitu: yang rapi, struktural, dan terorganisir, dan satu lagi adalah yang messy atau berantakan.
Menurut gue, sebagai pemula, lebih aman buat mulai bikin dari yang rapi dulu. Karena biasanya buat bikin yang messy itu butuh keahlian tinggi (menurut gue sih). Karena menurut gue, untuk tipe yang berantakan, kalo salah fotonya bakal kelihatan terlalu rame, salah fokus, dan akhirnya fail. Jadi makanya kalian lihat foto-foto gue awal-awal (bahkan sampai sekarang pun masih) dengan tema-tema rapi, lurus, dan biasanya bersih. Karena yang begitu menurut gue lebih gampang dibuatnya.

Untuk fokus produk sendiri, biasanya satu foto bakal gue bikin dengan satu tema yang bisa menghubungkan semua isinya. Jadi orang yang ngeliat bisa langsung ngeh ini foto apaan. Misalnya tema monotone entah dari warna, atau mungkin dari brand, atau dari bentuk.
flatlay by aro
All photos belongs to Aro Kopa. Penyalahgunaan dapat menyebabkan bintitan pada pantat seumur hidup.
Sebagai contoh di foto di atas (left), gue pilih tema warna merah dengan fokus produk adalah dari satu brand, Fanbo Cosmetics. Sedangkan disebelah kanan, gue acak produknya, tapi gue bikin isi objek fotonya punya satu tone warna (in this case: cream, nude). Tapi, bukan berarti nggak bisa nabrak warna lho. Seperti halnya waktu bikin makeup, gue kadang pakek kombinasi warna cerah sebagai pop of color di foto gue.
Di foto ini, gue keep semua properti lain hitam/putih, dan jadiin warna lipennya sebagai 'pop of color'nya.

Setelah nentuin tema, selanjutnya adalah: menentukan background.

CATET NIH >>> Background yang gue pakek adalah kertas manila putih seharga Rp 1.500,- . Ini kalo ada yang nanya beli dimana, asli sih pengen gua masukin kulkas dua pintu.

Kenapa putih? Simple, netral, bikin semua warna lain jadi negatif dan kontras. Selain itu, warna putih juga bakal mantulin cahaya secara sempurna (ini kalo nggak salah yang gue pelajari waktu SMA. Kebalikan dari warna hitam yang menyerap cahaya. Istilahnya background putih bisa jadi reflector atau pemantul cahaya)
Kenapa polos? Karna gue rasa bakal dibikin rame sama produk dan properti tambahan yang bakal gue foto nantinya. So, plain white background is a safer option.
Kok nggak warna lain? Bisa aja, tapi gue memang pilih putih, balik lagi, lebih kelihatan bersih dan kontras sama hampir semua warna.

Setelah proses brainstrorming ide selesai dan gue tau tujuan foto gue gimana, proses selanjunya adalah persiapan properti. Proses ini kelihatannya receh, tapi menurut gue, ada beberapa hal yang dilupakan orang ketika bagian ini. Here's some of the things that I keep in mind ketika gue lagi prep properti:
Gathered as many things as possible!
Kumpulkan sebanyak-banyaknya barang yang berhubungan atau ada kaitannya dengan fokus foto. Misal yang paling simple adalah barang dengan warna yang sama. Contoh: Ketika ingin membuat flatlay produk Fanbo (yang berwarna merah), gue pinjem laptop adek gue sebagai properti (karena laptopnya merahnya pas, kalo laptop gue merahnya ketutupan stiker #inforecehsoallaptop). Nah, kenapa gue suruh ngumpulin sebanyak-banyaknya? Biar nantinya kita punya banyak opsi ketika proses produksi, bisa gonta-ganti komposisi.
Clean it up!
Ini bagian yang paling sering dilupain maupun dilewatin nih. Mau kalian foto produk masih baru atau (apalagi) produk lama, bersihin property itu penting biar produknya kelihatan lebih kinclong dan bagus di foto, apalagi karena tujuan kita adalah bikin flatlay yang ‘rapih’.
Selain property, hal lain yang perlu bersihin juga adalah tempat kalian bakal gelar lapak. Gue personally fotonya biasanya dekat pintu, dan lebih nyaman kalo fotonya lesehan di lantai. Penting buat memastikan lantainya juga bersih (dan kalau bisa putih).

Selanjutnya, persiapan kamera. Kamera yang gue pakek buat take foto (flatlay ataupun makeup) ada dua dan satu hp:
Fujifilm S9950 (Prosumer)
Most of the time pakek Fuji karna dia ada WiFi nya jadi gampang transfer ke hp.
Sony DSC-S2100 (Digital Camera)
Asus Zenfone 5 (Camera Phone)
Silahkan untuk detail lebih lanjut bisa buka google, soalnya gue nggak jualan kamera, jadi nggak tau harga atau yang mana bagusan dibanding yang mana.

But let me tell you this dan PLEASE remember this:
“It’s not about the device (camera), it’s the person behind it.”
Gue pernah menemukan orang yang cuma dengan modal kamera hp, punya konten yang lebih berkualitas dari orang yang pnya DSLR.
FYI, itu yang Fujifilm, kamera gue bukan DSLR ya, itu prosumer. Which is sekelas kamera digital biasa. Bentukannya memang seperti DSLR atau Mirrorless, cuman kualitas dan kelasnya masih jauh di bawah itu. Just buat kasi kalian gambaran bagaimana sebenarnya perangkat gue.
Gue memulai semua dari kamera hp 5 MP, terbatas, tapi bukan berarti itu bikin gue berhenti buat bikin konten. REMEMBER: Bukan kameranya, tapi kita yang pegang itu. Jangan biarkan lu dikontrol sama sebuah benda.

Gue kepikiran sih buat bikin post khusus yang ngebahas soal bikin konten foto pakek hp. Jadi gimana kita memaksimalkan hp buat blog/ig. Hmmm… Bikin nggak ya?

Ah, bacotnya Si Aro panjang betul… Well…
Kalau sudah sampai di tahap ini, all you need to do is take those photos :) Proses Planning is basically done.

Selanjutnya, gue bakal bahas tahap kedua, yaitu proses produksinya ^^
Semoga postingan ini bermanfaat ya, and see you on the next post which is the part 2.

Xoxo.


Instagram | Twitter | Youtube | Facebook |

14 comments:

  1. Ini bantu banget buat aku yg baru belajar flatlay hehehe lanjutkan kak ro kutunggu part selanjutnya xo

    www.kawaii-junkie.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalo ada faedahnya 😂😂😂
      See you on Episode 2 Fi..
      Nanti tak jalan2 ke blogmu yak

      Delete
  2. Awww bintitan di pantat 😂

    Btw keren fotonya, aku slalu gagal foto flatlays begini 😂

    https://coretantanganwinda.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Neeeng 😂😂😂
      Kamu kok ya rajin banget komen kusayang kamooohh 😚😚😚😘😘😘😘

      Delete
  3. Aah aahh kok udahaaan... Tidaaaakkk mana lanjutannya MANAAAAAA......

    my-makeupdiary.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa nonton cinta pitri mak yeee? 😂😂😂

      Delete
  4. Akhirnya keluar juga postingannya. Gue juga suka ro bg putih. Benda apapun yg difoto sama bg putih keliatan bersih *termasuk muka gue yang hitam dekil ini*

    www.putusuci.tk

    ReplyDelete
  5. Flatlaymu keren Rooo, beda! Aku masih cari-cari identitas soal foto flatlay beginian nih, makasih sudah tulis pengalamanmu ya Ro :D

    christinauntari.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uuuuun :*
      Wah blog ini dikunjungi Uun.. ^^

      Iya Un, kayaknya soal style ya :D
      Kalo udah nemu stylenya pasti klop seneng ^^
      Makasi uda mampir Uun :*

      Delete
  6. Mastaah ajarin gimana caranya biar tone fotonya sama semua, i mean kalo fotonya barengan kan memungkinkan tonenya sama krn cahaya pas motonya sama, tp kadang kan pengen setiap foto tonenya sama semua meskipun waktu motonya beda, udah dicoba saturation dllnya disamain tetep aja beda 😶😶

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh aku juga masih sering beda tone foto kan Cha :'D
      Tapi aku bisanya kalo ngedit di hop, fotonya sebelum aku up ke ig aku satuin disatu folder sebelah-sebelahan gitu. Manual aku benerin tonenya.Kalo sebelahan bisa kelihatan fotonya terlalu warm atau terlalu cold, kurang saturasi atau lebih, overexposure atau kurang.
      Apalagi kalo mau bikin feeds insta berbaris 3x1 gitu. Aku sebelum upload aku simulasi dulu di satu folder di hp :D Biar tonenya aku samain sebelum up :'D
      RIbet ya idupku
      wkwk

      Kalo ngedit di laptop lebih enak sih, di potoshop tinggal buka beberapa windows bisa keliatan tone fotonya waktu disandingin sebelah-sebelahan.

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. akhirnya aku bisa mampir kesini ro! great post btw, aku perlu banyak belajar dari aro karena foto2ku menyedihkan TT aku liat fotoku sendiri jadi mikir, i have no sense at art hahaha

    blog.viniamanda.com

    ReplyDelete

Aro Kopa. Powered by Blogger.